

SAAMRINDA – Rapat Paripurna ke-24 yang di Gelar DPRD Kaltim dengan agenda penandatanganan kesepakatan antara DPRD dan Gubernur Kaltim atas rancangan perubahan KUA-PPAS APBD tahun anggaran 2023 ditetapkan sebesar Rp25,3 triliun.
Wakil Ketua DPRD Kaltim ,Seno Aji menyampaikan dari rapat Banggar yang telah dilakukan akhirnya memperoleh kesepakatan dan menyatakan setuju dengan anggaran belanja dan pendapatan Provinsi Kaltim. Dengan anggaran yang besar tersebut dirinya optimis dengan perkembangan yang akan terjadi didaerah.
“Saya fikir kita mencapai rekor yang belum pernah tercapai sebelumnya. Perubahan nilainya kalo dikurangi dengan yang murni sekitar Rp7 triliun lebih,” ucap Seno Aji saat diwawancarai usai Rapat Paripurna ke-24, pada Jum’at (11/8/2023).

Menurutnya, hasil perubahan ini nantinya kemudian akan menuju pada nota keuangan dan pada tahap akhir akan dilakukan pengesahan Perda.
Selanjutnya Seno juga menjelaskan kinerja balai lelang yang tentu akan memperbesar Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA). Pihaknya berharap terus dilakukan perbaikan berupa lelang-lelang cepat harus dilakukan terutama untuk proyek-proyek besar yang kemungkinan tidak akan selesai dalam waktu satu tahun.
“Lelang dini kita lakukan kemaren tapi hanya untuk proyek-proyek tertentu, banyak proyek yang tidak punya perencanaan yang jelas. Kemaren rapat Banggar kita pertegas dari perencanaan di PUPR sebelum semuanya berjalan mereka sudah harus punya perencanaan sekarang itu sudah dilakukan,” jelasnya.
Sehingga, proyek kedepan di tahun 2024 sudah ada perencanaan dan baru masuk ke proyek langsung. Pihaknya juga optimis karena telah menganggarkan SILPA sebesar Rp675 miliar.
Menyikapi hal tersebut, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi menyampaikan, perubahan KUA-PPAS tahun ini mencapai Rp25 triliun. Dirinya menganggap ini merupakan sebuah prestasi yang di cita-citakan yaitu anggaran di atas 20 triliun. Dan tentu saja memperoleh SILPA yang besar.
“Dengan ada SILPA kita harapkan nanti DPRD termasuk PJ Gubernur yang akan datang bisa menggunakan Anggaran secara efektif dan efisien,” ujarnya.
Hadi melanjutkan, Gubernur Kaltim juga sempat menitipkan pesan untuk menggenapkan di APBD perubahan beasiswa menjadi Rp500 miliar. Sehingga itu menjadi anggaran terbesar se-Indonesia.
“Pak gubernur sudah menyampaikan pesan kepada saya, dan jika itu di hitung setiap tahunnya dari tahun pertama itu mencapai Rp. 1 triliun. Mudah-mudahan anggaran tersebut bermanfaat untuk anak didik kita semuanya,” tutupnya.

Tidak ada komentar