
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Akhmad Reza Fahlevi

Samarinda – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sedang menganalisis 159 juta lebih transaksi judi online sepanjang tahun 2023. Hingga total transaksi pada tahun ini mencapai Rp160 triliun. Dalam situasi ini, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kaltim, Akhmad Reza Pahlevi, merasa sangat mengkhawatirkan karena judi online telah menginfeksi sebagian masyarakat, bahkan menjangkau desa-desa, menciptakan ketergantungan yang berpotensi merusak kehidupan warga.
Ia mengungkapkan, bahwa kecanduan judi online memiliki potensi dampak negatif pada kesehatan mental dan psikis anak-anak remaja, yang pada dasarnya memerlukan pengawasan dari orangtua. Kemudian, dia juga menyoroti pentingnya peran orangtua dalam mengawasi anak-anak mereka di rumah, yang merupakan aspek yang sangat krusial.
“Kecanduan judi online bisa memiliki dampak negatif pada kesehatan mental dan psikis anak-anak remaja, yang seharusnya memerlukan pengawasan dari orangtua,”ujarnya.

Lebih lanjut, Reza meminta agar pemerintah fokus pada penutupan situs-situs judi online, mengingat bahwa perjudian tanpa izin adalah pelanggaran hukum di Indonesia. Dia berpendapat bahwa jika Kementerian Kominfo bersikap tegas dalam hal ini, perjudian online dapat dikurangi.
“Pihak Kementerian Kominfo sudah memiliki aturan untuk membekukan situs-situs judi online. Semuanya bergantung pada keseriusan pemerintah dalam menangani masalah ini,” katanya.
Reza juga menyoroti peran penting guru-guru di sekolah dalam melakukan pengawasan, serta partisipasi masyarakat dalam lingkungan sekitar dan kerja sama yang diperlukan antara masyarakat, pemerintah, dan aparat hukum.
“Peran guru-guru dalam melakukan pengawasan di dalam lingkungan sekolah sangat penting,” tutupnya.
(ADV/DPRDKALTIM)

Tidak ada komentar