x

Kaltim Jauh dari Swasembada Pangan, 78 Ton Daging Sapi Berasal dari Luar Daerah

waktu baca 2 menit
Senin, 6 Nov 2023 00:21 29 AH

SAMARINDA – Anggota Komisi II DPRD Kaltim Sapto Setyo Pramono mengaku prihatin akan kondisi peternakan di Kaltim dan meminta kepada instansi terkait agar segera membenahi program-program terutama di Tahun 2024.

Menurutnya, untuk menghilangkan ketergantungan suplai sapi dari luar Kaltim membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Namun bukan suatu hal yang mustahil apabila ditopang dengan program yang jelas dan terarah.

“Jatim dan Sulawesi itu provinsi penyuplai sapi di Kaltim. Untuk itu Komisi II meminta agar di tahun depan program nya jelas dan perlu juga nanti selaras dengan kabupaten/kota,” ucap Sapto, Jumat (3/11/2023)

Ke depan, Komisi II akan melakukan sinkronisasi antara pertanian, perkebunan, dan peternakan agar bisa melihat seluruh potensi yang ada dan apa yang menjadi kendala selama ini bisa diatasi bersama.

Hal ini dilakukan sebagai buntut dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim terkait kebutuhan daging sapi sepanjang Tahun 2023 mencapai 78 ton. Namun, hanya 28 persennya saja yang mampu di penuhi peternak lokal, sedangkan 72 persennya didatangkan dari luar Kaltim.

Tentu, hal ini sangat disayangkan mengingat bantuan sapi indukan lokal dari pemerintah pusat ke Kaltim sebanyak 1000 ekor pada akhir 2021.

“Program swasembada daging dan pangan bukan hanya sebuah wacana melainkan cita-cita yang harus terus dikejar dan diraih secara bertahap dengan program yang jelas mulai dari penentuan wilayah, sarana prasarana, bibit pertanian dan sapi indukan, hingga pola pemeliharaan dan penggemukan sapi dengan cara yang benar,” tutupnya.

(Adv/DPRDKaltim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x