x

Pembangunan Sarana Pendidikan di Kutai Timur, Mulyana: Solusi untuk Masalah Keterbatasan Akses Pendidikan

waktu baca 2 menit
Selasa, 19 Nov 2024 14:30 32 AH

Madanimail.id, Sangatta – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Mulyana, menyoroti masalah serius terkait keterbatasan sarana pendidikan di daerah tersebut, khususnya di jenjang SMA dan SMK.

Hal ini berakar dari terbatasnya jumlah sekolah dan daya tampung yang tersedia, sehingga banyak orang tua kesulitan dalam memasukkan anak-anak mereka ke lembaga pendidikan.

Mulyana mengungkapkan, saat ini banyak sekolah negeri di Kutim yang tidak mampu menampung seluruh siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA atau SMK.

Keadaan ini, menurutnya, dapat menghambat akses anak-anak Kutim untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan berdampak pada perkembangan sumber daya manusia di masa depan.

Menanggapi permasalahan ini, Pemerintah Kutim telah merencanakan pembangunan sarana pendidikan baru, yang meliputi pendirian gedung sekolah SMA dan SMK. Pembangunan tersebut direncanakan dimulai pada tahun 2025 dan diharapkan selesai pada tahun 2026.

“Diharapkan dengan adanya fasilitas pendidikan tambahan, kapasitas sekolah akan meningkat, sehingga dapat mengurangi kekurangan tempat bagi para siswa,” harap Mulyana.

Ia juga menyambut baik rencana pembangunan ini dan memberikan dukungan penuh. Mulyana menegaskan, pembangunan fasilitas pendidikan yang memadai adalah langkah penting untuk memastikan pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Kutai Timur.

Menurutnya, kualitas pendidikan yang baik hanya bisa tercapai jika didukung oleh fasilitas yang memadai.

Selain menambah jumlah sekolah, Mulyana juga berharap adanya perbaikan pada kualitas fasilitas yang sudah ada. Ruang kelas yang nyaman, laboratorium yang lengkap, dan perpustakaan yang memadai diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

“Dengan adanya sarana pendidikan yang lebih baik, saya yakin kualitas pendidikan di Kutai Timur akan meningkat, dan generasi muda akan memiliki lebih banyak peluang untuk berkembang,” sambungnya.

Mulyana juga mengajak semua pihak, termasuk masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya, untuk bekerja sama memastikan pembangunan sarana pendidikan ini dapat berjalan lancar dan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Pembangunan ini tidak hanya untuk mengatasi kekurangan tempat, tetapi juga untuk menciptakan peluang lebih besar bagi anak-anak Kutim untuk mengakses pendidikan yang berkualitas. (WA/ADV-DPRD)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x