x

Dispora Kutim Perluas Pembinaan Pemuda Lewat Penguatan Skill Digital dan Kompetisi Mahasiswa

waktu baca 2 menit
Kamis, 27 Nov 2025 10:51 31 AH

madanimail.id , KUTIM – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Timur (Kutim) terus memperluas pembinaan generasi muda untuk menjawab kebutuhan sumber daya manusia yang adaptif di era digital. Komitmen ini ditegaskan Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, saat membuka Youth Digital Skill Program di Gedung Agra, Kamis (27/11/2025).

Basuki mengatakan pemerintah daerah berupaya membangun ekosistem yang mendorong pemuda Kutim agar lebih kreatif, berdaya saing, dan produktif. Ia menegaskan bahwa dukungan dari Bupati dan Wakil Bupati Kutim menjadi landasan penting dalam memperkuat berbagai agenda pembinaan.“Dispora siap menjadi wadah bagi pemuda Kutim untuk bangkit, berdaya, dan berkembang. Tugas kami tidak hanya memfasilitasi, tetapi juga membina dan membimbing agar lahir generasi yang aktif, sehat, dan produktif,” ujarnya.

Salah satu langkah nyata penguatan pembinaan adalah penyelenggaraan Pekan Olahraga Mahasiswa pada Senin (24/11/2025). Kegiatan ini melibatkan tiga perguruan tinggi di Kutim STIPER, STAIS, dan STIE Nusantara untuk memperkuat sinergi sekaligus membangun kultur kompetisi positif di kalangan mahasiswa.

Basuki menambahkan bahwa pembinaan pemuda tidak hanya terfokus pada bidang olahraga. Dispora juga memperluas cakupan kegiatan di sektor kemahasiswaan dan kepemudaan, termasuk pengembangan minat bakat, pelatihan keterampilan digital, hingga program kreativitas dan kepemimpinan.

“Pembinaan ini adalah tanggung jawab bersama. Dispora membangun kemauan dan semangat pemuda, tetapi kami berharap dukungan dinas lain juga berjalan, termasuk dalam hal permodalan atau fasilitasi usaha,” jelasnya.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan sosial pemuda agar tetap positif.“Tidak boleh ada narkoba, tidak ada judi online, tidak ada balap liar. Isi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat,” tegas Basuki.

Dispora Kutai Timur menargetkan pelajar SMA dan mahasiswa sebagai prioritas pembinaan karena fase tersebut dinilai menentukan pembentukan karakter dan keterampilan masa depan. Melalui rangkaian program berkelanjutan, pemerintah berharap lahir pemuda Kutim yang mandiri, kreatif, dan mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah. (M/ADV/SR)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x