

SAMARINDA – Rumah Partisipasi Masyarakat (RPM) Kutai Kartanegara (Kukar) Mendesak Dinas Pendidikan (Diknas) dan Inspektorat sidak dan evaluasi biaya masuk sekolah Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kukar yang Melonjak Tinggi
Ketua RPM Kukar, Muhammad Kaisar menerangkan sesuai dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) semester 2022/2023 genap terdapat 479 SD dan 155 SMP yang kemudian menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan.
Pihaknya temukan dibeberapa sekolah baik SD maupun SMP di Tenggarong biaya masuk sekolah tahun 2023 ini (Seragam dan Atribut Sekolah) melambung tinggi antara 2 sampai dengan 5 kali lipat dibanding Pasar Tangga Arung dan Pasar Online.

“Kami yakin sekolah belinya grosir dan sewajarnya harga menebusnya tidak semahal ini. Misal untuk SD, harga dasi, topi, pendeng, diberi harga rata-rata 50 ribu padahal di Pasar Tangga Arung hanya 10-20 ribu” Ucap Kaisar dalam rilis yang dikirim, Rabu (12/07/2023).
Belum lagi untuk buku paket pelajaran, seragam olahraga, kain seragam miskat dengan nilai ratusan ribu rupiah, itu belum biaya menjahitnya.
“Sedangkan untuk SMP, kami temukan biaya menebus seragam antara 1 s/d 2 juta, buku paket pelajaran 1 s/d 1,5 juta. Dan ini sekolah berstatus Negeri, bagaimana dengan sekolah Swasta,” tegasnya.
lanjut, kata Kaisar, wajar terjadi angka putus sekolah yang tinggi di Kukar. Sesuai dengan Yang diberitakan oleh Disdikbud Kukar pada tanggal 9 Maret 2023. Ada sekitar 40.000 siswa putus sekolah di Kukar.
“Artinya Pendidikan di Kukar sedang tidak baik-baik saja dan perlu adanya evaluasi, maka perlu dibentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mengatasi permasalahan yang krusial ini agar lebih baik kedepannya,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, RPM mendesak Bupati, Diknas dan Inspektorat segera melakukan Sidak ke sekolah-sekolah dan melakukan evaluasi Kepada DPRD Kukar.
“Dari sini nantinya, itu dapat dijadikan acuan tiap sekolah dalam menyusun pembiayaan seragam, atribut sekolah dan buku pelajaran,” tutupnya.

Tidak ada komentar