
Ilustrasi Museum SAMARINDA – Salehuddin, anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, mengkritisi kurangnya keseriusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dalam mengelola museum dan situs sejarah.

“Dilihat dari beberapa tahun terakhir, goodwill-nya belum maksimal, terutama dalam porsi pembiayaan pembinaan dan pengembangan kebudayaan di dinas terkait yang sangat kecil,” ungkap Salehuddin.
“Ikut serta instrumen dan personal di bidang itu seharusnya mendapatkan kekhususan atau perhatian lebih terutama di beberapa unit pelaksana teknis (UPT), misalnya museum yang hingga saat ini goodwill-nya belum maksimal,” tambahnya.
Salehuddin berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dapat memberikan perhatian serius pada sektor kebudayaan, selain hanya memprioritaskan pendidikan.

“Rekomendasi dari Komisi IV harus jelas bagaimana porsi kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tidak hanya fokus pada pendidikan, melainkan juga aspek kebudayaan,” seru Salehuddin.
“Pengembangan UPT harus lebih diperhatikan dan dikembangkan, jangan sampai hanya dianggap sebagai pelengkap. Bagaimana mengembangkan instrumen hingga proses peningkatan kualitas dan pengembangan seni budaya harus dipercepat,” jelasnya.
Salehuddin menunjukkan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di berbagai kota/kabupaten telah serius menangani isu ini. Meskipun Pemprov Kaltim belum memberikan respons yang memadai, Salehuddin menegaskan bahwa rekomendasi dari Komisi IV harus tetap dijalankan.
“Di beberapa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di kabupaten/kota, proses pembinaan lebih maksimal. Tapi di tingkat provinsi belum optimal. Hal ini harus diperhatikan karena beberapa kali kami sudah merekomendasikan tanpa mendapatkan tindak lanjut yang memadai,” tutupnya.
(Adv/DPRDKaltim)

Tidak ada komentar