x

Reses DPRD Kutim, Yusri Yusuf: Tampung Aspirasi Petani, Fokus pada Alat Modern, Pupuk, dan Perlindungan Lahan

waktu baca 2 menit
Sabtu, 16 Nov 2024 20:15 36 AH

Madanimail.id, Sangatta – Anggota Komisi B DPRD Kutai Timur (Kutim), Yusri Yusuf, akan menggelar reses pada Sabtu (16/11/2024), yang dihadiri oleh petani dan pelaku sektor pertanian.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai aspirasi masyarakat terkait masalah-masalah pertanian disampaikan, dengan beberapa isu utama yang menjadi sorotan utama.

Salah satu masalah yang menjadi perhatian adalah kebutuhan petani akan alat pertanian modern, seperti mesin penggembur tanah, yang dianggap sangat membantu untuk meningkatkan produktivitas.

“Para petani menginginkan alat yang lebih canggih untuk mempercepat proses pengolahan tanah, yang bisa meningkatkan hasil pertanian mereka,” ujar Yusri Yusuf.

Selain itu, masalah distribusi pupuk menjadi keluhan yang cukup signifikan. Banyak petani yang mengeluhkan keterlambatan distribusi pupuk yang sering kali menghambat proses pertanian.

“Terkadang keterlambatan distribusi pupuk ini mempengaruhi hasil panen. Ini perlu segera diperbaiki agar tanaman masyarakat bisa berkembang dengan optimal,” tambahnya.

Tidak hanya masalah pupuk, Yusri juga mendengar kekhawatiran petani terkait alih fungsi lahan pertanian yang semakin marak.

Banyak petani merasa khawatir lahan mereka dijual kepada perusahaan besar, yang dapat mengancam kelangsungan usaha mereka.

“Penting bagi kita untuk menjaga perlindungan lahan pertanian agar sektor ini tetap dapat berkembang dengan baik,” jelas Yusri.

Tantangan lain yang disampaikan petani adalah mengenai pengelolaan irigasi yang masih membutuhkan perhatian lebih, serta keinginan petani untuk memperoleh asuransi pertanian sebagai langkah mitigasi risiko gagal panen.

“Mereka juga berharap ada solusi untuk mencegah kerugian akibat gagal panen,” ujar Yusri.

Selain itu, petani juga mengusulkan agar produk pertanian seperti tomat tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, melainkan bisa diolah menjadi produk turunan dengan nilai tambah lebih tinggi, seperti saus tomat.

“Hilirisasi produk pertanian sangat penting untuk meningkatkan pendapatan petani dan membuka pasar baru,” tambah Yusri.

Menanggapi semua keluhan ini, Yusri Yusuf berjanji akan membawa seluruh aspirasi tersebut untuk dibahas lebih lanjut di Komisi B DPRD Kutim.

“Kami akan terus berupaya mencari solusi untuk masalah-masalah ini, mulai dari alat pertanian, distribusi pupuk, pengelolaan irigasi, hingga perlindungan lahan. Ini adalah bagian dari tugas kami untuk memperjuangkan kesejahteraan petani di Kutim,” ujarnya.

Reses ini menjadi ajang penting bagi masyarakat, khususnya petani, untuk menyampaikan aspirasi mereka agar dapat diperjuangkan di tingkat legislatif dan menjadi bahan pertimbangan dalam kebijakan pembangunan daerah di masa depan.

Yusri memastikan bahwa semua usulan yang disampaikan akan menjadi prioritas dalam upaya peningkatan kesejahteraan petani. (WA/ADV-DPRD)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x