x

Sayid Anjas Soroti Kendala Pengawasan Kebijakan dan Anggaran di Kutim

waktu baca 2 menit
Selasa, 19 Nov 2024 11:15 25 AH

Madanimail.id, Sangatta – Wakil Ketua I DPRD Kutai Timur (Kutim), Sayid Anjas mengaku bahwa DPRD memiliki peran vital dalam mengawasi pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan anggaran daerah.

Hanya saja masih ada sejumlah tantangan yang menghambat efektivitas pengawasan tersebut. Kendala teknis dan struktural menjadi isu utama yang harus dihadapi pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan kinerja pengawasan.

Anjas menjelaskan bahwa fungsi pengawasan DPRD sangat penting untuk memastikan kebijakan dan anggaran yang disetujui dapat dijalankan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat.

Namun, pengawasan yang dilakukan oleh DPRD terkendala oleh sejumlah faktor, baik dari segi teknis maupun koordinasi antar lembaga yang terlibat. “Pengawasan tidak berjalan semudah yang dibayangkan. Kami menghadapi berbagai tantangan yang memengaruhi pelaksanaan kebijakan di lapangan,” ujar Sayid.

Salah satu kendala teknis utama yang dihadapi DPRD adalah kurangnya data dan informasi yang akurat dari eksekutif. Tanpa data yang lengkap dan tepat waktu, DPRD kesulitan untuk mengevaluasi apakah anggaran yang telah dialokasikan digunakan secara efisien dan tepat sasaran. “Data yang kami terima sering kali tidak lengkap atau terlambat, sehingga menyulitkan kami untuk melakukan pengawasan yang maksimal,” ujar Sayid.

Selain itu, Sayid juga menyoroti masalah koordinasi antar dinas dan lembaga terkait yang kadang tidak optimal. Hal ini menyebabkan perencanaan dan pelaksanaan kebijakan di lapangan sering kali tidak sinkron, yang pada gilirannya menghambat efektivitas pengawasan. “Pengawasan yang efektif membutuhkan sinergi yang baik antar dinas dan lembaga. Jika koordinasi tidak berjalan lancar, maka kebijakan yang telah direncanakan bisa terganggu di lapangan,” tambahnya.

Namun, Sayid menyatakan bahwa DPRD terus berupaya untuk mengatasi tantangan tersebut. Salah satu langkah yang diambil adalah memperkuat komunikasi antara legislatif dan eksekutif, serta mendorong pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan dalam sistem pelaporan. “Kami akan terus mendorong agar pemerintah daerah memperbaiki sistem pelaporan dan pengelolaan anggaran. Tujuannya adalah agar pengawasan lebih efektif dan kebijakan dapat dilaksanakan dengan lebih baik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sayid menegaskan bahwa evaluasi berkala terhadap kebijakan dan program yang dijalankan sangat penting. Dengan evaluasi yang dilakukan secara rutin, DPRD bisa memberikan masukan konstruktif untuk meningkatkan kualitas kebijakan yang ada. “Kami ingin memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat. Jika ada masalah, kita akan segera mencari solusi dan memperbaiki sistem yang ada,” pungkas Sayid. (WA/ADV-DPRD)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x