
Madanimail.id, Sangatta – Sejumlah warga di Desa Tepian Baru, Kecamtan Bengalon Kabupaten Kutim mengungkapkan keluhan tentang pasokan air bersih yang sangat terbatas, terutama saat musim kemarau.

Perwakilan desa, Nurdin, mengatakan bahwa saat musim kemarau, air yang mengalir dari sungai menjadi sangat sedikit dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Kami sangat berharap ada solusi yang bisa mengatasi masalah ini, seperti pembangunan waduk atau embung,” ungkap Nurdin saat menghadiri Serap Aspirasi (Reses) Anggota dewan Kutim, Yusri Yusuf yang diadakah di Dapilnya yakni, Kecamatan Sangatta Selatan, Teluk Pandan, Rantau Pulung dan Bengalon.
Menanggapai hal itu, Yusri Yusuf menawarkan solusi dengan memprioritaskan pembuatan embung sebagai sarana penampungan air.
“Selama tanah yang digunakan adalah tanah yang bisa digarap dan bukan tanah sengketa, kami akan mengusulkan pembuatan embung di sini. Ini salah satu cara agar pasokan air bisa terjamin,” ujar Yusri.
Reses ini menjadi kesempatan penting bagi anggota dewan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat dan mencari solusi yang tepat bagi permasalahan yang ada. Yusri juga menambahkan bahwa proposal pembangunan embung, jalan, sarana olahraga, dan fasilitas lainnya bisa segera diajukan ke pemerintah dan diakomodir dalam anggaran tahun depan.

“Jangan ragu untuk mengajukan proposal. Kami akan berusaha sebaik mungkin untuk memastikan aspirasi ini dapat diterima dan terealisasi,” kata Yusri.
Masyarakat Tepian Baru menyambut positif komitmen Yusri Yusuf dalam memperjuangkan kebutuhan dasar mereka, seperti air bersih, yang diharapkan dapat segera teratasi dengan pembangungan embung. (WA/ADV-DPRD)

Tidak ada komentar