x

Ketua Fraksi Demokrat: Sektor Unggulan Kunci Peningkatan PAD Kutai Timur

waktu baca 2 menit
Senin, 25 Nov 2024 14:09 30 AH

Madanimail.id, Sangatta – Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kutai Timur, Pandi Widiarto, menyambut baik proyeksi pendapatan daerah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tahun 2025 yang diperkirakan mencapai Rp11,151 triliun. Menurutnya, estimasi ini mencerminkan optimisme dan potensi besar yang dimiliki Kutim, terutama dalam pengelolaan sumber daya lokal.

“Pendapatan sebesar ini sangat signifikan untuk tingkat kabupaten. Namun, besarnya target harus diimbangi dengan strategi konkret guna memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) demi menunjang pembangunan,” ujar Pandi dalam Rapat Paripurna ke-20 DPRD Kutim yang membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Tahun Anggaran 2025.

Pandi menekankan pentingnya pengelolaan yang cermat agar potensi daerah dapat dimaksimalkan. Ia menyoroti tiga sektor unggulan yang perlu menjadi fokus pemerintah daerah, yakni pertanian, perkebunan, dan pariwisata. Ketiga sektor ini dianggap sebagai pilar utama yang dapat mendorong pertumbuhan PAD secara berkelanjutan.

“Pertanian dan perkebunan, misalnya, memiliki nilai strategis karena Kutai Timur kaya akan sumber daya alam. Sementara itu, pariwisata yang dikelola dengan baik bisa menjadi daya tarik baru yang meningkatkan pendapatan,” tambahnya.

Selain itu, Pandi juga mengimbau agar pemerintah daerah tidak hanya bergantung pada pendapatan transfer dari pemerintah pusat. Menurutnya, pengembangan potensi lokal dan inovasi dalam pengelolaan sektor-sektor strategis harus menjadi prioritas untuk menciptakan kemandirian fiskal.

“Dengan mengelola potensi secara mandiri, Kutim tidak hanya mampu meningkatkan PAD, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi daerah,” tegasnya.

Fraksi Demokrat juga berharap agar APBD 2025 dapat dirancang dengan prinsip inklusivitas, daya saing, dan keberlanjutan. Pendapatan yang besar diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kutim secara menyeluruh.

“Langkah konkret dan terarah sangat diperlukan agar APBD 2025 tidak hanya menjadi dokumen formal, tetapi benar-benar membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Dengan potensi besar yang dimiliki Kutai Timur, Pandi optimistis bahwa daerah ini dapat menjadi salah satu kabupaten dengan kemandirian ekonomi terbaik di Indonesia. (WA/ADV-DPRD)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x