x

Dispar Kutim Benahi Fasilitas Wisata untuk Tingkatkan Minat Warga Berlibur di Daerah Sendiri

waktu baca 2 menit
Kamis, 27 Nov 2025 14:42 24 AH

madanimail.id, KUTIM – Kepala Dinas Pariwisata Kutai Timur (Kutim), Nurullah, menyoroti rendahnya minat masyarakat lokal untuk berwisata di daerah sendiri, meskipun destinasi wisata Kutim setiap tahun mencatat kunjungan hingga ratusan ribu orang dari luar daerah. Banyak warga Kutim justru lebih memilih berlibur ke Berau, Bontang, atau Samarinda karena menilai fasilitas wisata lokal belum sepenuhnya nyaman dan layak dikunjungi.

Nurullah mengatakan bahwa salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya minat tersebut adalah belum optimalnya sarana pendukung di sejumlah destinasi. Karena itu, Dispar Kutim terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan kualitas objek wisata agar lebih menarik bagi masyarakat.

“Kami ingin masyarakat Kutim kembali memilih destinasi lokal sebagai tempat rekreasi. Karena itu, perbaikan sarana pendukung terus kami lakukan agar objek wisata di daerah ini lebih menarik dan layak dikunjungi,” katanya, Kamis (27/11/2025)

Beberapa langkah yang telah dilakukan antara lain pembangunan gazebo, penyediaan toilet umum, penataan kebersihan kawasan, serta peningkatan kenyamanan pengunjung. Menurut Dispar Kutim, kebutuhan berwisata masyarakat cukup tinggi, terutama bagi pekerja industri tambang dan perkebunan, namun mereka cenderung memilih berlibur ke luar daerah karena menganggap fasilitas wisata lokal belum maksimal.

“Jika objek wisata dikelola dengan baik dan fasilitas lengkap, warga tidak perlu lagi melakukan perjalanan jauh hanya untuk berwisata,” ujarnya.

Salah satu keluhan utama warga adalah buruknya akses jalan menuju beberapa lokasi wisata. Menanggapi hal tersebut, Nurullah menegaskan bahwa pembangunan dan perbaikan jalan bukan merupakan kewenangan Dinas Pariwisata, melainkan tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum (DPU).

“Untuk urusan jalan, itu tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum. Kami fokus pada pengembangan fasilitas di dalam kawasan wisatanya,” jelasnya.

Meski begitu, ia optimistis bahwa jika fasilitas destinasi sudah semakin baik dan jumlah kunjungan meningkat, pemerintah akan memberikan perhatian lebih terhadap pembenahan akses jalan agar lokasi wisata makin mudah dijangkau masyarakat. (M/ADV/SR)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x