x

Dispora Kaltim Dukung Kegiatan LKP HMI Samarinda Sebagai Upaya Peningkatan Kemandirian Pemuda

waktu baca 2 menit
Selasa, 8 Agu 2023 11:08 36 AH

 

SAMARINDA – Dalam peningkatan kemandirian wirausaha pemuda, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mendukung kegiatan Latihan Kepemimpinan Pemuda (LKP) HMI Cabang Samarinda sebagai fokus peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

Kepala Dispora Provinsi Kaltim melalui Kepala Bidang Pengembangan Pemuda, Rasman Rading turut mendukung dengan menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut dengan mengusung tema “Membangun Jiwa Wirausaha Muda Menuju Pemuda Kaltim yang Berdaulat”.

Ia menerangkan, sesuai dengan visi dan misi Gubernur Kaltim untuk menciptakan kedaulatan pembangunan SDM yang berdaya saing, terutama perempuan, pemuda, dan disabilitas. Dalam hal itu LKP ini menjadi salah satu solusi peningkatan kemandirian wirausaha pemuda.

“Pemuda itu memiliki potensi, dalam wirausaha mereka mampu mengidentifikasi berbagai peluang dan mengelola sumber daya di sekitarnya secara kreatif,” paparnya.

Rasman melanjutkan, pemuda saat ini memiliki peluang besar dalam wirausaha. Tinggal bagaimana kemudian dapat bergerak untuk mewujudkannya, perlu motivasi dan kesadaran diri jika ingin menjadi wirausaha muda.

Sehingga, untuk menunjukkan potensi terbaik pemuda ada beberapa upaya seperti bekerja lebih cepat, kurangi jam santai, beraktivitas lebih lama, dan kurangi jam tidur.

“Percayai akan segala kemungkinan hebat, desain masa depan anda, kerjakan. Itu yang harus di planning pemuda saat ini, karena wirausaha tidak hanya berbicara konsep tapi harus berbuat,” jelasnya.

Sedangkan Kepala Bidang Perguruan Tinggi dan Kepemudaan HMI Samarinda, Fahry Krisna Alchantara mengatakan bahwa pemuda dituntut memiliki sikap responsif dan kreatif-adaptif. Menurutnya, Sikap responsif dan kreatif-adaptif merupakan hal yang diperlukan dalam menjaga kelangsungan dan meningkatkan kualitas maupun taraf kehidupannya maka dari itu memungkinkan generasi muda menyadari kondisi diri, mengetahui kekurangan dan kelebihan yang ada pada diri sendiri, dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya, serta secara antisipatif mampu melihat kecenderungan perubahan di masa mendatang.

“Sedangkan sikap kreatif-adaptif memungkinkan generasi muda mampu menyikapi dan mengambil peran terhadap perubahan yang sedang terjadi, salah satunya dengan mengajak mereka diskusi maka wawasan mereka akan terbangun,” ungkapnya.

Kendati demikian, HMI Samarinda melakukan pelatihan agar mampu mentransformasikan gagasan maupun tindakan yang bermuara pada rumusan cita-cita kemerdekaan Indonesia. Seperti yang diprediksikan Ibnu Khaldun dalam mendeskripsikan ciri-ciri dari masyarakat yang memiliki peradaban yang tinggi. Salah satu dari tiga syarat utamanya adalah masyarakat mutlak sudah memiliki kapasitas intelektual.

“Semakin besar kuantitas masyarakat intelektual, diharapkan mampu mengantarkan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045,” jelas Fahry.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x