
Madanimail.id, Sanagtta – Masalah besar dalam penerimaan siswa baru di SMA pada tahun 2024 di Kutai Timur. Hal itu membuat Anggota DPRD Kutuim, Hj Mulyana prihatin atas kejadian itu.

Menurutnya, banyak orang tua yang menghadapi kesulitan dalam memasukkan anak-anak mereka ke sekolah akibat terbatasnya kapasitas sekolah-sekolah di wilayah tersebut.
Hal ini, menurut Mulyana, semakin memperburuk ketimpangan akses pendidikan, terutama bagi anak-anak yang ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA.
“Pada tahun 2024, kami menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait penerimaan siswa baru. Banyak anak yang gagal masuk sekolah karena kapasitas yang terbatas. Ini menjadi masalah besar yang harus segera ditangani,” ujar Mulyana.

Masalah kekurangan fasilitas pendidikan ini mendapat perhatian serius dari Komisi D DPRD Kutim. Mulyana menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu segera mengambil langkah strategis untuk mengatasi kekurangan daya tampung di sekolah-sekolah SMA dengan merencanakan pembangunan sarana pendidikan baru.
Mulyana mendorong pemerintah daerah untuk berkoordinasi dengan pemerintah provinsi guna merancang pembangunan sekolah baru yang dapat menampung lebih banyak siswa. Direncanakan, pembangunan sekolah baru ini akan dimulai pada tahun 2025 dan diharapkan selesai pada tahun 2026. Mulyana berharap, dengan adanya tambahan sarana pendidikan baru, masalah daya tampung dapat segera teratasi.
“Pembangunan sarana pendidikan baru harus menjadi prioritas. Kami berharap pemerintah daerah dapat segera berkomunikasi dengan pemerintah provinsi untuk merencanakan pembangunan ini. Sekolah baru yang direncanakan akan sangat membantu mengurangi kekurangan fasilitas pendidikan yang ada,” tambah Mulyana.
Selain itu, Mulyana juga menekankan pentingnya penambahan fasilitas pendukung lainnya, seperti ruang kelas, laboratorium, dan perpustakaan. Hal ini tidak hanya bertujuan untuk mengatasi masalah daya tampung, tetapi juga untuk memastikan kualitas pendidikan yang lebih baik dan merata di seluruh wilayah Kutai Timur.
Dengan adanya pembangunan sarana pendidikan yang lebih banyak dan memadai, Mulyana berharap dapat mengurangi tekanan pada sekolah-sekolah yang ada, serta memberikan kesempatan lebih besar bagi siswa untuk mengakses pendidikan yang berkualitas.
“Peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada kualitas pengajaran, tetapi juga pada fasilitas yang mendukung proses pembelajaran. Kami berharap dengan adanya sarana yang lebih baik, kualitas pendidikan di Kutim dapat meningkat,” tutupnya. (WA/ADV-DPRD)

Tidak ada komentar