
Veridiana Huraq Wang, Ketua Komisi III DPRD Kaltim SAMARINDA – Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Veridiana Huraq Wang, mengecam Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim karena dianggap hanya memprioritaskan sekolah di perkotaan dan mengabaikan sekolah di daerah 3T (Terluar, Tertinggal, dan Terisolir).

Veridiana menyatakan bahwa sebagian besar anggaran untuk SMAN/SMKN di perbatasan maupun pedalaman berasal dari dana aspirasi anggota DPRD Kaltim, yakni sebanyak 48 proyek.
Dia mengkritik Disdikbud Kaltim karena dianggap telah mengabaikan pengadaan fasilitas sekolah, seperti meubeler dan perbaikan bangunan sekolah yang rusak. Bahkan, terdapat kesan adanya preferensi terhadap kepala sekolah di daerah 3T.
“Ada pejabat di Disdikbud yang tidak menyukai kepala sekolah, sehingga sekolah tersebut tidak mendapat perhatian. Meubeler yang rusak tidak diganti, dan bangunan sekolah yang rusak tidak dialokasikan anggaran untuk rehabilitasi,” ucapnya.

Sebaliknya, menurut Veridiana, pejabat yang mendukung kepala sekolah, terutama di perkotaan, mendapatkan alokasi anggaran secara berkesinambungan setiap tahun anggaran baru.
“Kami mendesak agar tercipta keadilan, SMAN/SMKN di daerah 3T dapat menerima alokasi anggaran yang setara dengan sekolah di kota-kota. Itulah yang sedang kami advokasi di DPRD,” tegasnya.
Ketua Komisi III DPRD Kaltim juga mengundang Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik, untuk melakukan kunjungan kerja ke Kutai Barat dan Mahulu.
“Dalam kunjungan tersebut, diharapkan beliau dapat melihat langsung bahwa daerah di pedalaman dan perbatasan tidak mendapatkan alokasi anggaran yang memadai dari APBD Kaltim. Ini berkontribusi pada kesenjangan pembangunan yang terus berlanjut di Kaltim,” tutupnya.
(Adv/DPRDKaltim)

Tidak ada komentar