

SAMARINDA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Komisi III lakukan monitoring terhadap progres kinerja Dinas PUPR-PERA terhadap pembangunan turap ruas jalan akses tol Palaran dan turap ruas jalan simpang Lembuswana-Sebulu, Selasa (15/8/2023).
Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Veridiana Huraq Wang menerangkan bahwa realisasi fisik pengerjaan turap ruas jalan akses tol Palaran kini baru mencapai 47 persen dan realisasi keuangannya 30 persen. Sedangkan, realisasi pembangunan turap ruas jalan Simpang Lembuswana-Sebulu sebesar 6 persen.
“Realisasi jalan akses tol Palaran lebih rendah dari target awal yakni 53 persen. Sedangkan untuk jalan simpang Lembuswana-Sebulu kami yakin akan selesai tidak jauh dari target” tuturnya.

Menurutnya, realisasi pada pengerjaan turap ruas jalan akses tol Palaran mengalami beberapa kendala, diantaranya ijin penutupan jalan karena padatnya rus lalu lintas dan proses pemindahan tiang listrik yang urusnnya cukup ribet.
“Adanya proses negosiasi harga dengan PLN terkait pemindahan kedua tiang listrik itu. Proses itu yang kemudian membuat pengerjaan menjadi sedikit molor,” imbuhnya.
Selain itu, veridiana juga menyebutkan adanya kebocoran pipa PDAM pada pengerjaan turap ruas jalan akses tol Palaran yang mengakibatkan terjadinya sedikit hambatan.
“Pipa primernya pecah kemudian terjadi kebocoran yang mengakibatkan kondisi dalam tanah menjadi lembek” jelasnya.
Lanjut, Ia menjelaskan untuk pengerjaan turap ruas jalan simpang Lembuswana-Sebulu tidak ditemukan kendala sama sekali. Hal itu juga di support dengan penggunaan alat yang memadai, sehingga ditargetkan akan selesai sesuai dengan perencanaan.
Sebagai informasi, dalam monitoring tersebut rombongan terdiri dari Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun, Ketua komisi III Veridiana Huraq Wang, dan beberapa anggota komisi III. Serta, turut hadir Kabid Bina Marga Dinas PUPR-PERA Kaltim Hariyadi dan Kasi jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga Mukhran.

Tidak ada komentar