x

DPRD Kaltim Tekankan Bunga Nol Persen Untuk Program Kredit Bankaltimtara

waktu baca 2 menit
Selasa, 21 Nov 2023 08:55 48 AH

SAMARINDA – DPRD Kaltim menegaskan dorongan kepada PT Bank Pembangunan Daerah Kaltim Kaltara (Bankaltimtara) untuk mengembangkan program kredit dengan tujuan menerapkan bunga nol persen di seluruh kabupaten/kota di Kaltim.

Inisiatif ini bertujuan memberikan dukungan kepada masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memerlukan modal usaha tanpa terbebani oleh bunga tinggi. Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Agiel Suwarno menyatakan persetujuannya terhadap penyediaan modal sebesar Rp3,5 triliun kepada Bankaltimtara.

Dengan injeksi modal ini, diharapkan Bankaltimtara dapat menerapkan program kredit melawan rentenir seperti yang sudah terlaksana di Samarinda dan Kutai Kartanegara.

“Program kredit melawan rentenir ini sangat menguntungkan masyarakat, terutama di tengah pembangunan ibu kota negara (IKN) di Kalimantan. Kami ingin melihat penguatan ekonomi Kaltim, bukan hanya fokus pada dukungan terhadap korporasi besar, melainkan juga mendukung pertumbuhan UMKM, khususnya yang terkait dengan pertumbuhan IKN, sehingga sirkulasi dana menjadi lebih jelas.” Jelasnya.

Sebagai contoh, di Samarinda terdapat program Kredit Bertuah, dan model serupa diterapkan di Kutai Kartanegara dengan nama Kredit Kukar Idaman. Agiel berharap program ini dapat diperluas ke sepuluh kabupaten/kota lain di Kaltim, seperti Berau, Kutai Timur, dan Bontang.

“Di Kutai Timur, Berau, Bontang, belum ada kredit tanpa bunga. Namun, pertumbuhan ekonomi di sana didorong oleh sektor pertambangan dan perkebunan yang cukup besar. Oleh karena itu, UMKM di sektor ini perlu mendapatkan dukungan, mengingat tenaga kerja yang melibatkan kebutuhan pokok dan sebagainya sangat signifikan,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa Bankaltimtara juga harus mendukung pengusaha kecil yang membutuhkan peralatan usaha, seperti percetakan, dengan menyediakan kredit tanpa bunga atau dengan bunga rendah. Ia mencatat bahwa banyak pengusaha kecil di daerah, seperti di Kecamatan Kongbeng, Kutai Timur, yang memiliki pasar dengan peredaran uang mencapai Rp4-5 miliar per hari.

(Adv/DPRDKaltim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x