x

Melirik Ekonomi Biru: Pemikiran Rusman Yaqub untuk Pesisir Kalimantan Timur 

waktu baca 2 menit
Jumat, 10 Nov 2023 01:11 48 AH

SAMARINDA – Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Rusman Yaqub, menyoroti urgensi mengalihkan fokus potensi kelautan ke konsep Ekonomi Biru di pesisir Kalimantan Timur (Kaltim). Dalam pernyataannya, ia mencermati sejarah panjang eksploitasi sumber daya alam di Kaltim, termasuk minyak, gas, kayu, dan kini batu bara.

“Kita saksikan kejayaan minyak dan gas, era keemasan kayu, dan sebentar lagi kita akan mengakhiri era keemasan batu bara. Namun, pertanyaannya, apa yang diperoleh rakyat Kaltim? Saya ingin tahu. Kalau ada, mungkin hanya segelintir orang, terlihat dari tingginya angka kemiskinan ekstrim,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengusulkan pertimbangan untuk menghentikan eksploitasi alam yang berlebihan dan lebih fokus pada pemulihan kondisi alam yang telah terlalu dieksploitasi.

“Ikhtiarnya bisa, kita bisa merasakan manfaat dari penurunan emisi gas, misalnya dengan mengembalikan fungsi hutan sesuai seharusnya. Sayangnya, kita belum melakukannya karena tergiur mendapatkan penerimaan pendapatan instan, namun akhirnya merusak ekologi dan berdampak sosial pada generasi mendatang,” paparnya.

Menunjukkan keprihatinan terhadap kerusakan lingkungan, ia menekankan pentingnya koordinasi yang lebih baik antara pemangku kepentingan di Kaltim.

Rusman Yaqub menegaskan perlunya keserasian dalam menjaga lingkungan dan mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan di wilayah ini. Menurutnya, gubernur dan pejabat berwenang di pemerintah Provinsi Kaltim perlu mengikuti pedoman yang sama tanpa adanya perbedaan arah.

“Tidak ada yang salah, menurut saya pak gubernur dan pejabat lainnya hanya perlu mengikuti pedoman yang sama. Tidak boleh ada yang bergerak ke arah yang berbeda. Keserasian dalam perjuangan harus dijaga,” tegasnya.

Melalui langkah-langkah bijak seperti ini, diharapkan Kaltim dapat mengatasi tantangan lingkungan dan mencapai pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat, sambil melindungi warisan lingkungan untuk generasi mendatang.

(Adv/DPRDKaltim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x